Simplicity
&
Headache

9 Agu 2009

Matahari Terbenam di Semeru

Dear friends....

Tak terasa udah lebih dari 2 bulan aku hiatus... bukan apa-apa sebenarnya lagi males aja kalau boleh menyalahkan, pasti gara-gara masalah akademis yang amburadul tak kunjung mememukan titik temu...

Tetapi aku tidak menghabiskan waktu 2 bulan ini untuk mempelajari teori tentang Quality Function Deployment seperti yang dianjurkan dosen untuk mengisi tema penelitianku. aku juga tidak bengong begitu saja setelah melihat index prestasiku yang tak kunjung menyentuh angka 3 hahaha... banyak sekali hal yang kulakukan kawan, hingga tak ada waktu bersisa untuk memikirkan kalimat-kalimat dan majas yang layak dan pantas untuk kutuliskan dalam blog ini...

Sedikit berbagi cerita, seperti kita ketahui bahwa beberapa waktu lalu ada seorang mahasiswa Fakultas Fifipol UGM yang hilang di pegunungan semeru dan ditemukan telah meninggal dunia. Mahasiswa tersebut bernama Andika Listyono Putra, salah seorang anggota KPALH Setrajana (Mapala Fisipol UGM) yang dinyatakan hilang pada hari Rabu 29 Juli lalu.. Seperti yang telah dicantumkan di mapala.net. Sedangkan berita penemuannya dapat dibaca di kompas.com.

Jenazah Andhika ditemukan di daerah Blank 75 yang menurut kompas.com adalah jurang dengan kedalaman 75-100 meter 2 kilometer dari puncak semeru dan berhasil di evakuasi karena tim SAR membawa rescue set lengkap...

Kali ini akan kuceritakan bagaimana kronologis kejadian proses pencarian dan evakuasi yang kualami di sana,

Blank 75 adalah sebuah lembah sungai lahar yang terletak di sebelahtimur laut puncak Mahameru. Untuk mencapainya tim SAR harus melewati pos pendakian Kalimati. Asal tahu saja, untuk mencapai kalimati tim kami memerlukan waktu satu hari satu malam dari basecamp Ranupani. Kami berangkat dari Ranu Pani pukul 15.30 dan bermalam di pos Ranu Kumbolo karena perlu istirahat. Suhu udara malam itu drop hingga -3*C sehingga embun berubah menjadi butiran es semua. Esoknya kami melanjutkan perjalananhingga pos Kalimati. Pukul 12.00 hari sabtu kami sampai di pos Kalimati.

Pos Kalimati terletak di ketinggian 2700an meter dari permukaan laut. Tampat ini digunakan sebagai pos tim SAR gabungan yang terdiri dari Sekber Jogja, Mapala Malang & Lumajang, dan Wanadri. Sebelum tim jogja datang, operasi pencarian telah dilakukan oleh tim dari lumajang dan malang dengan hasil ditemukannya sandal dan pecahan lampu senter survivor.

Keesokan harinya kami mulai ikut melakukan operasi pencarian. Pencarian dimulai pada pukul 08.00 di daerah Blank 75. Pencarian survivor pada hari minggu membuahkan hasil yaitu ditemukannya survivor di dasar jurang Blank 75 pada pukul 10.00. Segera tim mengirim 2 orang untuk kembali ke pos kalimati mengambil peralatan "rescue" yang dibutuhkan.

Untuk mencapai lokasi jurang dari pos Kalimati diperlukan waktu kurang lebih satu jam karena medan yang sangat sulit dilalui. Selain jauh, medal yang berupa sungai lahar sangat terjal dan licin. Sampai di lokasi kami langsung memasang sistem evakuasi medan sukar dengan peralatan seperti tali kernmantel, hauling set dan SRT set yang harus kami maksimalkan karena dapat dikatakan peralata yang ada sangat minim. Kami terpaksa menggunakan AutoStop bahkan Carabiner untuk mengganti Pulley (katrol) karena Pulley yang ada tidak cukup untuk membuat z-drag system. Untung Tim memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk menarik jenazah dari dasar jurang. Setelah sampai di tempat yang aman, jenazah diangkut menggunakan dragbar yang telah disiapkan menuju pos Kalimati. Perjalanan menuju pos Kalimati memerlukan waktu hampir 5 jam karena medan yang sulit dan tim yang sudah mulai terkuras tenaganya..

Jenazah diturunkan dari pos Kalimati menuju basecamp Ranupani pada pukul 04.00 dini hari, dan katanya jenazah langsung diotopsi dan dipulangkan ke Mojokerto. Yah, kami merasa lega karena operasi sudah selesai meskipun hasilnya sangat menyedihkan. Diduga survivor meninggal karen terjatuh dari atas tebing. Hal ini dapat dilihat dari luka-luka di kepala dan tubuhnya.

Kami turun dari pos Kalimati pukul 10.30 dan sampai di basecamp Ranupani pukul 19.00 malam. Kami langsung berkemas untuk pulang ke jogja. Kami tidak melihat satupun wartawan di sana yang memang tidak ingin kami lihat dan temui...

Itulah kira-kira cerita dariku kawan... Aku merasa senang dapat membantu dalam operasi tersebut. Tetapi juga ikut sedih dengan kejadian yang menimpa Andhika dan KPALH Setrajana. Semoga mereka diberikan ketabahan.. Semoga Andhika memperoleh kedamaian di sisi-Nya amin...

18 Komentar:

Yari NK mengatakan...

Ya mudah2an dengan belajar dari alam juga sama bermanfaatnya dengan belajar dari buku (bisa juga lebih bermanfaat bahkan, walaupun terus terang bisa juga lebih tidak bermanfaat...tergantung... hehehe...) Yang jelas, keterlibatan dalam operasi penyelamatan memang punya arti lebih, lebihnya adalah tentu saja pada sisi kemanusiaannya... Oke... sekarang mungkin waktunya harus di-manage lebih baik lagi supaya tidak terlalu membuang uang dan waktu untuk terlalu lama kuliah.... :D

Andri Journal mengatakan...

Turut berduka cita. Aku baru tahu, ternyata sampeyan mapala to? Dulu aku pengin ke semeru tapi gak kesampaian. :p Naik gunung paling cuma gunung lawu ama sumbing aja.

Balisugar mengatakan...

Oh sahabat alam sejati, ternyata kau sudah balik ke blog. Ceritanya mengharukan aku gak mau mendaki gunung kalau gak ada Ardianzzz

Didien® mengatakan...

wuiihhh sibuk mendaki toh...
salam, ^_^

Caride™ mengatakan...

kunjungan pertama saya kesini...
salam kenal

Pakacil mengatakan...

turut mengucapkan selamat atas usaha yg telah dilakukan.

kalau soal yg belum menyentuh angka 3 itu, sepertinya banyak temannya kok, saia juga dulu termasuk kelompok PADUKA, alias 'pasukan dua koma'

ruli mengatakan...

merinding ik baca detail musibah andika,,
innalillahi wa innalillahi rojiun,,

hah,mendaki semeru,pngen sangat,someday,,

@pakacil: q jg PADUKA,,waha

wo iy,,slm knl,,blogwalking ui

KangBoed mengatakan...

mampir menyapa sahabat..

KangBoed mengatakan...

kemana aja mas

KangBoed mengatakan...

Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Jiwa yang Tenang

Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll

BaNi MusTajaB mengatakan...

Marhaban Ya Ramadhan
Mohon Maaf Lahir Bathin.
Semoga puasa kita dapat diterima Allah SWT
amin

Widdy mengatakan...

Kunjungan pertama
salam kenal :P

warm mengatakan...

turut berdukacita untuk Andhika :|
salut buat sampeyan yang ikut serta dalam tim SAR,
saya bisa ngebayangin capeknya, karena itu mungkin dulu saya keder untuk bergabung dalam departemen SAR di mapala saya,
smoga TA nya sukses ya, bos !
saya doain deh

nyegik mengatakan...

Cerita sejati yang mengharukan dan dramatis. Semoga bisa dipetik hikmah bagi yang akan melakukan pendakian untuk mempersiapkan diri secara matang.

omiyan mengatakan...

kebayang dengan medan yang ebrat musti bawa jenazah..salut banget

ArdianZzZ mengatakan...

heheh nyari pengalaman mas... & petualangan tentunya... :)

morishige mengatakan...

saya pernah naik merapi bareng Sinyo, Andika. awalnya gak nyangka kalau yang diberitakan hilang ini Andika kenalan saya itu..
may God bless him..

dedenia72 mengatakan...

berkunjung ke blog sahabat...
salam kenal...
dsalam rimba raya lestari,...

2009 ¤ simplicity by ardianzzz facebook twitter TheBestLinks