Simplicity
&
Headache

14 Mar 2009

GrubuG

Hmm menanggapi beberapa komentar pada postingan GrubuG terutama dari mas Senoaji, "satir... ada cerita miris dibalik indahnya" dan memuaskan rasa penasaran Lina tak sambung aja postingan tentang luweng grubug ini..

Sebagai gambaran, Luweng grubug terletak di kecamatan semanu gunung kidul. kira-kira 50 kilometer dari kota yogyakarta. Luweng grubug memiliki sistem gua yang berhubungan dengan luweng jomblang.

foto luweng jomblang
luweng grubug tidak terlihat karena diameternya kecil dan ditutupi pepohonan
terletak di atas (utara) luweng jomblang

Banyak kisah seram yang beredar mengenai luweng-luweng ini. Seperti kata bung senoaji ada kisah miris dibalik keindahan gua ini. Menurut referensi dari teguhtimur:
MALAM DI LUWENG GRUBUG [Jawa Tengah]

Malam itu para tapol dibariskan dengan diikat kedua kakinya dengan kaki temannya yang di depan dan belakangnya. Mata mereka ditutup rapat dengan kain hitam. Mereka berbaris bagai pasukan tentara, kiri – kanan – kiri – kanan. Mereka harus saling bekerjasama serasi, tidak terlalu cepat atau lambat agar tidak ada yang terjatuh. Pada malam dingin itu tubuh mereka gemetar dengan degub jantung riuh bertalu, tidak tahu nasib apa yang menanti di jalan berbatu itu.

Kepala barisan berhenti, maka tubuh dan ekor mengikuti. Barisan tanpa alas kaki tanpa baju itu kian kedinginan menggigil. Yang terdengar oleh manusia pilihan itu hanyalah suara jengkerik, jeritan burung hantu, tiupan angin, kemudian semuanya ditelan oleh gemuruh sungai dengan arus deras meluncur ke kejauhan.

“Semua maju dua langkah!” terdengar aba-aba komandan berseragam. Sepi sejenak kecuali gemuruh sungai yang mendominasi sunyi. Kabut tipis terbang dari kedalaman luweng. Kaki telanjang barisan kian gemetar seperti tak kuat mendukung badan masing-masing. Dengan dorongan perlahan dari algojo yang dilakukan dengan tongkat kayu terhadap orang terdepan di pinggir luweng, maka barisan tapol terpilih itu meluncur menyeret belasan teman-teman di belakangnya dengan kaki terikat satu sama lain. Mereka terjun bersama ke dalam luweng dengan sungai bawah tanah yang bergemuruh ditelan bumi untuk selamanya sebelum mereka menyadari tempat mereka berada dan apa yang sesungguhnya akan terjadi.

Gemuruh sungai, nyanyian jengkerik, suara burung hantu, beberapa orang berseragam di pinggiran luweng yang usai melakukan tugasnya hari itu sebagai kelanjutan tugas hari kemarin, kemarin dulu, sebelum kemarin dulu, besok, lusa dan sesudah lusa. Ya, bagian dari tugas rutin mereka, dan bintang kemintang tetap memancarkan cahayanya. (Ringkasan bebas disunting kembali dari Antonius Sumarwan SJ, ‘Adagio: Malam di Luweng Grubug’ dalam “Menyeberangi Sungai Air Mata, Kisah Tragis Tapol ’65 dan Upaya Rekonsiliasi”, Kanisius, Yogyakarta, 2007:311-313).
Menurut cerita dari orang-orang sekitar, luweng ini dulu pernah dipakai untuk membuang jasad-jasad dari musuh-musuh politik orde baru terutama yang terlibat dengan PKI. Melihat dari lokasinya memang sangat ideal. Dengan asumsi bahwa orang pasti akan langsung mati kalau tercebur ke dalamnya dan tidak akan ada yang tahu.

Yah begitulah kira-kira cerita seram Luweng Grubug...

17 Komentar:

gdenarayana mengatakan...

weizzz, syeremmmm mas :D

mirip lidah buaya kale yah...ehhh lubang buaya :D

Pencerah mengatakan...

wah dimana ntuh?

Itik Bali mengatakan...

Waduh...critanya kok horor gityu sihh
takyut..*gaya cinlau*

Salam kenal ya
mampir ke blogku
tengkyu..

mamas86 mengatakan...

Wuih... Menyeramkan banget...

Ridho mengatakan...

hehehe kemaren mau ke luweng grubug tapi tidak jadi hehehe....lagi sibuk kuliah....jadi pengen kesana huh...kapan yaw....huff

suwung mengatakan...

sekarang masih ada bekas jasadnya bos? misalnya kerangka manusia?

ArdianZzZ mengatakan...

udah bersih... resik.

1nd1r4 mengatakan...

kayanya hampir semua tempat sejenis itu umumnya ada cerita2 entah itu mengandung nilai mistis atau berkaitan dengan pembunuhan dan pembantaian. Believe it or not...it's up to u kannnn :D

mikekono mengatakan...

Grubug bukan gubug
grudug membuat hatiku gedebug
hehehe......*ngga.nyambung.com

Nadia mengatakan...

,Ih....seRem bgT...

,kYk kUbuRan dUnk....

Balisugar mengatakan...

Arwah yg gentayangan disana siapa yg menolong mereka ?

hade mengatakan...

Luweng grubug itu lokasinya dimana toh mas..., di jogja kah?

lina mengatakan...

waah...begitu baca awalnya
jantung langsung deg2an
trus klik di read more and comment
sambil bayangin lanjutanya
duuh.. ternyata miris banget
thx Mas...postingannya dah dilanjutkan

ada award untuk mas ardianzzz
di Beranda Hati
Mohon di jemput yaa :)

ammadis mengatakan...

Wiiih...banyak hantunya dong....!

genthokelir mengatakan...

walah ngeri yah kalo daerah saya namanya tempat kayak gitu jumbleng ada banyak kesamaan strukturnya namun kebetulan disini nggak ada yang pernah untuk tempat pembunuhan kayak disitu
tentu banyak hantunya sekarang hhiiiihiihihih

Yari NK mengatakan...

Waaaakz.... gua2 memang tempat yang subur untuk cerita2 mistis dan horor sejak turun temurun mungkin karena tempatnya yang terpencil dan juga gelap. Tapi kalau saya sih, masuk gua lebih takut kepada binatang2nya (kalau ada) seperti ular atau serangga2 yang berbisa atau kelelawar yang berpotensi untuk menyebar rabies.... :D

ArdianZzZ mengatakan...

heheh iya bung yari... pernah saya nemuin kalajuengking banyak bangetisaurus.... trus paling takut sama cacing hiii seyemmm...

2009 ¤ simplicity by ardianzzz facebook twitter TheBestLinks